Sudah Tujuh Warga Asing Dideportasi

Kompas.com - 15/12/2009, 12:40 WIB

MATARAM, KOMPAS.com — Pihak Kantor Imigrasi (Kanim) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), selama tahun 2009 telah mendeportasi sebanyak tujuh orang warga negara asing, antara lain, karena melebihi masa tinggal atau overstay dan menyalahgunakan izin tinggal.
    
Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim), Kanim Mataram, M Adnan kepada wartawan di Mataram, Selasa (15/12/2009), mengatakan, para warga negara asing yang dideportasi tersebut, antara lain berasal dari Jerman, Korea, dan Belanda. "Ada beberapa orang warga negara asing tersebut yang menggunakan visa wisata untuk bekerja di NTB, karena itu kami amankan dan telah dideportasi ke negara asalnya," katanya.
    
Ia mengatakan, pengawasan terhadap warga negara asing perlu diperketat karena sebagai salah satu daerah tujuan wisata, tidak tertutup kemungkinan bagi NTB ada yang menyalahgunakan izin tinggal untuk bekerja atau melaksanakan bisnis secara ilegal.
    
Ia mengatakan, selain mendeportasi tujuh warga negara asing tersebut, Imigrasi Mataram kini sedang memeriksa empat warga negara Pakistan yang ditangkap aparat kepolisian di kawasan wisata Senggigi karena diduga terkait jaringan yang membawa imigran gelap masuk ke Indonesia.
    
Empat warga negara Pakistan yang ditangkap Polda NTB di kawasan wisata Senggigi belum lama ini, lanjut dia, saat ini sedang dalam proses pemeriksaan dan ditampung di ruang karantina Kantor Imigrasi Mataram.
    
Tiga warga negara Pakistan yang datang ke Indonesia untuk tujuan bisnis itu memiliki dokumen resmi termasuk paspor dan satu orang lainnya paspornya ditahan Ditjen Imigrasi dan diganti dengan surat tanda penahanan sementara paspor.
    
"Keempat warga negara Pakistan, yakni Muhammad Husein (23), Gader Ahmed (27), Liaqat Ali (44), dan Gulam Husein (37) tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan dan menurut rencana dalam waktu dekat mereka akan dideportasi ke negara asalnya," kata Adnan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau